Tujuh Hal Ini Bisa Buat Wanita Durhaka Setelah Menikah

Sponsored Links
.


Pernikahan yang indah menjadi idaman bagi setiap wanita. Terlebih lagi jika mereka mendapatkan suami sholeh yang mampu membimbing mereka ke jalan Allah SWT. Sehingga pernikahan tersebut dapat bahagia dunia dan akhirat. Namun, ternyata pernikahan yang diidam-idamkan tersebut bisa menjadi awal masuknya seorang wanita ke jurang neraka karena berbuat durhaka terhadap suaminya.

Mungkin banyak wanita yang tidak menyadari bahwa ada beberapa tindakan mereka terhadap suami yang justru menjerumuskannya ke neraka. Hal yang dianggap biasa untuk dilakukan tenyata ada yang dilarang dalam Islam. Berikut ini adalah 7 hal yang bisa buat wanita menjadi durhaka setelah menikah.


1.  Menuntut Keluarga Yang Ideal dan Sempurna

Banyak wanita yang membayangkan sebuah pernikahan yang indah. Bahkan di antara mereka ada yang menginginkan kehidupan selayaknya yang ada di sinetron atau novel-novel fiksi setelah menikah. Seperti hidup berkecukupan, bahagia, tidak repot dan bisa melakukan apapun yang diinginkan. Gambaran yang demikian lah yang akhirnya membuat mereka terobsesi untuk memiliki keluarga yang ideal dan sempurna.

Namun, ketika membayangkan hal tersebut wanita cendrung tidak memikirkan masalah keuangan, kelelahan, dan segudang problematika dalam sebuah rumah tangga. Nah, ketika harus menghadapi situasi sulit tersebut maka mereka kurang bisa untuk menerima keadaan. Hal ini biasanya akan membuat wanita suka menuntut agar suaminya bisa membina keluarga mereka sesuai dengan gambaran ideal yang diimpikan sebelum menikah.

Solusi terbaik agar wanita tersebut tidak menjadi durhaka setelah menikah adalah menambah pemahaman yang utuh mengenai problematika yang ada di dalam rumah tangga sebelum menikah. Itu dapat dilakukan dengan sharing kepada lembaga perkawinan atau anggota keluarga yang berpengalaman. 


2. Nusyus (Tidak Taat Kepada Suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh serta tidak taatnya seorang wanita kepada suaminya. Wanita yang suka melanggar perintah suaminya ini dapat dikategorikan sebagai wanita durhaka. Banyak sikap yang menunjukkan bahwa seorang wanita menjadi durhaka kepada suaminya, antara lain menolak ajakan suami ketika mengajaknya tidur, menghianati suami, memasukkan orang yang tidak disukai suami ke dalam rumah.

Tidak hanya itu ssja, ternyata lalai dalam melayani suami juga termasuk sikap nusyus. Menghambur-hamburkan uang dan berbicara kasar kepada suami, menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, keluar tanpa izin, dan menyebarkan aib serta rahasia suami juga dapat menjerumuskan wanita menjadi seseorang yang durhaka. Untuk itu, menjadi seorang istri haruslah bisa menempatkan ketaatan kepada suamu di atas segala-galanya. Namun bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah SWT.


3. Tidak Suka Terhadap Keluarga Suami

Banyak wanita yang menginginkan supaya semua perhatian serta kasih sayang suami hanya untuk dirinya seorang. Perhatian si suami ini tidak boleh terbagi meskipun dengan orang tua suaminya. Padahal sebenarnya suami juga harus berbakti dan memuliakan orang tua terutama ibunya.

Kecemburuan tersebut dapat terlihat ketika mereka mereka tinggal di rumah orang tua si suami. Si wanita akan mengganggap bahwa ibu mertuanya itu adalah pesaing utama dalam mendapatkan cinta, dan perhatian dari sang suami. Karena rasa cemburunya tersebut membuat istri berani menghina dan melecehkan orang tua suaminya. Bahkan tidak jarang, ia berani untuk meminta suaminya berbuat durhaka terhadap orangtuanya.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istrinya. Itulah yang mendasari ia untu menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara. Namun, pada dasarnya ikatan sebuah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan tetapi juga antar keluarga. Untuk itulah antara suami dan istri harus menjaga hubungan baik dengan keluarga masing-masing dan sebaliknya. 


4. Tidak Bisa Menjaga Penampilannya

Banyak istri yang berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah. Keadaan sebaliknya justru terjadi ketika dirinya berada di hadapan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, hanya menggunakan pakaian seadaannya, rambut tidak tertata, jangankan menggunakan parfum terkadang aroma dapur yang menyengatlah yang tercium di hidung suami.

Sebenarnya, hal seperti ini tidak patut untuk dipelihara. Bisa jadi, ketika terus menerus dilakukan maka akan membuat suami menjadi tidak betah di rumah. Ia akan lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah. Untuk itu, berhias semestinya hanya ditunjukkan kepada suami dan janganlah memamerkan kecantikan di khalayak umum karena hanya suamilah yang berhak untuk melihat suami itu.


5. Mengungkit-Ungkit Kebaikan

Semua orang tentu pernah melakukan sebuah kebaikan, tanpa terkecuali seorang istri. Namun, kebaikan tersebut justru akan menjadi masalah ketika kebaikan itu diungkit-ungkit di hadapan suami dalam rangka pamer atau riya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]


6. Sibuk di luar rumah

Menjadi seorang wanita karir memang tidak dilarang dalam Islam selagi mendapatkan izin dari suami. Namun, ketika si istri terlalu banyak melakukan kesibukan di luar rumah itulah yang tidak diperbolehkan. Terlebih lagi jika kesibukan tersebut membuat istri mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya .

Ketika suami pulang ke rumah dari bekerja, lalu mendapati semua pekerjaan belum terselesaikan dengan baik akan membuat hubungan rumah tangga menjadi tidak baik. Bila terjadi terus menerus akan membuat si suami tidak betah berada di rumah. Ketika wanita tidak bisa menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai istri maka ketika itulah ia menjadi seorang wanita yang durhaka karena lalai terhadap tugasnya. 


7. Cemburu Buta

Perasaan cemburu memang menjadi tabiat wanita yang menjadi ekspresi cinta. Namun, ketika perasaan cemburu tersebut tidak beralasan dan sudah keterlaluan akan membuat rasa cemburu ini berubah menjadi cemburu yang tercela.

Biasanya, cemburu yang diisyaratkan oleh istri adalah cemburu karena kemaksiatan yang dilakukan oleh sang suami seperti berzina, zalim, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini maka hal tersebut adalah sebuah cemburu yang terpuji. Namun, jika hanya sebuah dugaan belaka tanpa bukti dan fakta maka inilah yang kemudian menjadi cemburu yang tercela.

Itulah 7 hal yang bisa membuat wanita menjadi durhaka setelah menikah. Untuk itu, sebagai seorang wanita kita harus mampu belajar menjadi istri yang baik dan sholehah agar tidak menjerumuskan diri dan suami ke lubang neraka.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari artikel ini, terima kasih telah membaca.


CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO
Pernikahan yang indah jadi dambaan untuk setiap wanita. Ditambah lagi bila mereka memperoleh suami sholeh yang dapat menuntun mereka ke jalan Allah SWT. Hingga pernikahan itu bisa bahagia dunia serta akhirat. Tetapi, nyatanya pernikahan yang diidam-idamkan itu dapat jadi awal masuknya seseorang wanita ke jurang neraka lantaran berbuat durhaka pada suaminya.

Mungkin saja banyak wanita yg tidak mengerti bahwa ada banyak perbuatan mereka pada suami yang malah menjerumuskannya ke neraka. Hal yang di anggap biasa untuk dilakukan tenyata ada yang dilarang dalam Islam.

Di bawah ini yaitu 7 hal yang dapat buat wanita menjadi durhaka setelah menikah.

1. Menuntut Keluarga Yang Ideal dan Sempurna
Banyak wanita yang membayangkan sebuah pernikahan yang indah. Bahkan di antara mereka ada yang menginginkan kehidupan selayaknya yang ada di sinetron atau novel-novel fiksi setelah menikah. Seperti hidup berkecukupan, bahagia, tidak repot dan bisa melakukan apapun yang diinginkan. Gambaran yang demikian lah yang akhirnya membuat mereka terobsesi untuk memiliki keluarga yang ideal dan sempurna.

Namun, ketika membayangkan hal tersebut wanita cendrung tidak memikirkan masalah keuangan, kelelahan, dan segudang problematika dalam sebuah rumah tangga. Nah, ketika harus menghadapi situasi sulit tersebut maka mereka kurang bisa untuk menerima keadaan. Hal ini biasanya akan membuat wanita suka menuntut agar suaminya bisa membina keluarga mereka sesuai dengan gambaran ideal yang diimpikan sebelum menikah.

Solusi terbaik agar wanita tersebut tidak menjadi durhaka setelah menikah adalah menambah pemahaman yang utuh mengenai problematika yang ada di dalam rumah tangga sebelum menikah. Itu dapat dilakukan dengan sharing kepada lembaga perkawinan atau anggota keluarga yang berpengalaman.

2. Nusyus (Tidak Taat Kepada Suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh serta tidak taatnya seorang wanita kepada suaminya. Wanita yang suka melanggar perintah suaminya ini dapat dikategorikan sebagai wanita durhaka. Banyak sikap yang menunjukkan bahwa seorang wanita menjadi durhaka kepada suaminya, antara lain menolak ajakan suami ketika mengajaknya tidur, menghianati suami, memasukkan orang yang tidak disukai suami ke dalam rumah.

Tidak hanya itu ssja, ternyata lalai dalam melayani suami juga termasuk sikap nusyus. Menghambur-hamburkan uang dan berbicara kasar kepada suami, menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, keluar tanpa izin, dan menyebarkan aib serta rahasia suami juga dapat menjerumuskan wanita menjadi seseorang yang durhaka. Untuk itu, menjadi seorang istri haruslah bisa menempatkan ketaatan kepada suamu di atas segala-galanya. Namun bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah SWT.

3. Tidak Suka Terhadap Keluarga Suami
Banyak wanita yang menginginkan supaya semua perhatian serta kasih sayang suami hanya untuk dirinya seorang. Perhatian si suami ini tidak boleh terbagi meskipun dengan orang tua suaminya. Padahal sebenarnya suami juga harus berbakti dan memuliakan orang tua terutama ibunya.

Kecemburuan tersebut dapat terlihat ketika mereka mereka tinggal di rumah orang tua si suami. Si wanita akan mengganggap bahwa ibu mertuanya itu adalah pesaing utama dalam mendapatkan cinta, dan perhatian dari sang suami. Karena rasa cemburunya tersebut membuat istri berani menghina dan melecehkan orang tua suaminya. Bahkan tidak jarang, ia berani untuk meminta suaminya berbuat durhaka terhadap orangtuanya.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istrinya. Itulah yang mendasari ia untu menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara. Namun, pada dasarnya ikatan sebuah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan tetapi juga antar keluarga. Untuk itulah antara suami dan istri harus menjaga hubungan baik dengan keluarga masing-masing dan sebaliknya.

4. Tidak Bisa Menjaga Penampilannya
Banyak istri yang berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah. Keadaan sebaliknya justru terjadi ketika dirinya berada di hadapan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, hanya menggunakan pakaian seadaannya, rambut tidak tertata, jangankan menggunakan parfum terkadang aroma dapur yang menyengatlah yang tercium di hidung suami.

Sebenarnya, hal seperti ini tidak patut untuk dipelihara. Bisa jadi, ketika terus menerus dilakukan maka akan membuat suami menjadi tidak betah di rumah. Ia akan lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah. Untuk itu, berhias semestinya hanya ditunjukkan kepada suami dan janganlah memamerkan kecantikan di khalayak umum karena hanya suamilah yang berhak untuk melihat suami itu.

5. Mengungkit-Ungkit Kebaikan
Semua orang tentu pernah melakukan sebuah kebaikan, tanpa terkecuali seorang istri. Namun, kebaikan tersebut justru akan menjadi masalah ketika kebaikan itu diungkit-ungkit di hadapan suami dalam rangka pamer atau riya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

6. Sibuk di luar rumah
Menjadi seorang wanita karir memang tidak dilarang dalam Islam selagi mendapatkan izin dari suami. Namun, ketika si istri terlalu banyak melakukan kesibukan di luar rumah itulah yang tidak diperbolehkan. Terlebih lagi jika kesibukan tersebut membuat istri mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya .

Ketika suami pulang ke rumah dari bekerja, lalu mendapati semua pekerjaan belum terselesaikan dengan baik akan membuat hubungan rumah tangga menjadi tidak baik. Bila terjadi terus menerus akan membuat si suami tidak betah berada di rumah. Ketika wanita tidak bisa menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai istri maka ketika itulah ia menjadi seorang wanita yang durhaka karena lalai terhadap tugasnya.

7. Cemburu Buta
Perasaan cemburu memang menjadi tabiat wanita yang menjadi ekspresi cinta. Namun, ketika perasaan cemburu tersebut tidak beralasan dan sudah keterlaluan akan membuat rasa cemburu ini berubah menjadi cemburu yang tercela.

Biasanya, cemburu yang diisyaratkan oleh istri adalah cemburu karena kemaksiatan yang dilakukan oleh sang suami seperti berzina, zalim, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini maka hal tersebut adalah sebuah cemburu yang terpuji. Namun, jika hanya sebuah dugaan belaka tanpa bukti dan fakta maka inilah yang kemudian menjadi cemburu yang tercela.

Itulah 7 hal yang dapat bikin wanita jadi durhaka setelah menikah. Oleh karena itu, sebagai seorang wanita kita mesti dapat belajar jadi istri yang baik serta sholehah supaya tak menjerumuskan diri serta suami ke lubang neraka. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari artikel ini, terima kasih sudah membaca.
- See more at: http://titiantasbih.blogspot.co.id/2015/11/7-hal-buat-wanita-durhaka-setelah.html#sthash.7hWakteB.dpuf
Pernikahan yang indah jadi dambaan untuk setiap wanita. Ditambah lagi bila mereka memperoleh suami sholeh yang dapat menuntun mereka ke jalan Allah SWT. Hingga pernikahan itu bisa bahagia dunia serta akhirat. Tetapi, nyatanya pernikahan yang diidam-idamkan itu dapat jadi awal masuknya seseorang wanita ke jurang neraka lantaran berbuat durhaka pada suaminya.

Mungkin saja banyak wanita yg tidak mengerti bahwa ada banyak perbuatan mereka pada suami yang malah menjerumuskannya ke neraka. Hal yang di anggap biasa untuk dilakukan tenyata ada yang dilarang dalam Islam.

Di bawah ini yaitu 7 hal yang dapat buat wanita menjadi durhaka setelah menikah.

1. Menuntut Keluarga Yang Ideal dan Sempurna
Banyak wanita yang membayangkan sebuah pernikahan yang indah. Bahkan di antara mereka ada yang menginginkan kehidupan selayaknya yang ada di sinetron atau novel-novel fiksi setelah menikah. Seperti hidup berkecukupan, bahagia, tidak repot dan bisa melakukan apapun yang diinginkan. Gambaran yang demikian lah yang akhirnya membuat mereka terobsesi untuk memiliki keluarga yang ideal dan sempurna.

Namun, ketika membayangkan hal tersebut wanita cendrung tidak memikirkan masalah keuangan, kelelahan, dan segudang problematika dalam sebuah rumah tangga. Nah, ketika harus menghadapi situasi sulit tersebut maka mereka kurang bisa untuk menerima keadaan. Hal ini biasanya akan membuat wanita suka menuntut agar suaminya bisa membina keluarga mereka sesuai dengan gambaran ideal yang diimpikan sebelum menikah.

Solusi terbaik agar wanita tersebut tidak menjadi durhaka setelah menikah adalah menambah pemahaman yang utuh mengenai problematika yang ada di dalam rumah tangga sebelum menikah. Itu dapat dilakukan dengan sharing kepada lembaga perkawinan atau anggota keluarga yang berpengalaman.

2. Nusyus (Tidak Taat Kepada Suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh serta tidak taatnya seorang wanita kepada suaminya. Wanita yang suka melanggar perintah suaminya ini dapat dikategorikan sebagai wanita durhaka. Banyak sikap yang menunjukkan bahwa seorang wanita menjadi durhaka kepada suaminya, antara lain menolak ajakan suami ketika mengajaknya tidur, menghianati suami, memasukkan orang yang tidak disukai suami ke dalam rumah.

Tidak hanya itu ssja, ternyata lalai dalam melayani suami juga termasuk sikap nusyus. Menghambur-hamburkan uang dan berbicara kasar kepada suami, menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, keluar tanpa izin, dan menyebarkan aib serta rahasia suami juga dapat menjerumuskan wanita menjadi seseorang yang durhaka. Untuk itu, menjadi seorang istri haruslah bisa menempatkan ketaatan kepada suamu di atas segala-galanya. Namun bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah SWT.

3. Tidak Suka Terhadap Keluarga Suami
Banyak wanita yang menginginkan supaya semua perhatian serta kasih sayang suami hanya untuk dirinya seorang. Perhatian si suami ini tidak boleh terbagi meskipun dengan orang tua suaminya. Padahal sebenarnya suami juga harus berbakti dan memuliakan orang tua terutama ibunya.

Kecemburuan tersebut dapat terlihat ketika mereka mereka tinggal di rumah orang tua si suami. Si wanita akan mengganggap bahwa ibu mertuanya itu adalah pesaing utama dalam mendapatkan cinta, dan perhatian dari sang suami. Karena rasa cemburunya tersebut membuat istri berani menghina dan melecehkan orang tua suaminya. Bahkan tidak jarang, ia berani untuk meminta suaminya berbuat durhaka terhadap orangtuanya.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istrinya. Itulah yang mendasari ia untu menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara. Namun, pada dasarnya ikatan sebuah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan tetapi juga antar keluarga. Untuk itulah antara suami dan istri harus menjaga hubungan baik dengan keluarga masing-masing dan sebaliknya.

4. Tidak Bisa Menjaga Penampilannya
Banyak istri yang berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah. Keadaan sebaliknya justru terjadi ketika dirinya berada di hadapan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, hanya menggunakan pakaian seadaannya, rambut tidak tertata, jangankan menggunakan parfum terkadang aroma dapur yang menyengatlah yang tercium di hidung suami.

Sebenarnya, hal seperti ini tidak patut untuk dipelihara. Bisa jadi, ketika terus menerus dilakukan maka akan membuat suami menjadi tidak betah di rumah. Ia akan lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah. Untuk itu, berhias semestinya hanya ditunjukkan kepada suami dan janganlah memamerkan kecantikan di khalayak umum karena hanya suamilah yang berhak untuk melihat suami itu.

5. Mengungkit-Ungkit Kebaikan
Semua orang tentu pernah melakukan sebuah kebaikan, tanpa terkecuali seorang istri. Namun, kebaikan tersebut justru akan menjadi masalah ketika kebaikan itu diungkit-ungkit di hadapan suami dalam rangka pamer atau riya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

6. Sibuk di luar rumah
Menjadi seorang wanita karir memang tidak dilarang dalam Islam selagi mendapatkan izin dari suami. Namun, ketika si istri terlalu banyak melakukan kesibukan di luar rumah itulah yang tidak diperbolehkan. Terlebih lagi jika kesibukan tersebut membuat istri mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya .

Ketika suami pulang ke rumah dari bekerja, lalu mendapati semua pekerjaan belum terselesaikan dengan baik akan membuat hubungan rumah tangga menjadi tidak baik. Bila terjadi terus menerus akan membuat si suami tidak betah berada di rumah. Ketika wanita tidak bisa menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai istri maka ketika itulah ia menjadi seorang wanita yang durhaka karena lalai terhadap tugasnya.

7. Cemburu Buta
Perasaan cemburu memang menjadi tabiat wanita yang menjadi ekspresi cinta. Namun, ketika perasaan cemburu tersebut tidak beralasan dan sudah keterlaluan akan membuat rasa cemburu ini berubah menjadi cemburu yang tercela.

Biasanya, cemburu yang diisyaratkan oleh istri adalah cemburu karena kemaksiatan yang dilakukan oleh sang suami seperti berzina, zalim, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini maka hal tersebut adalah sebuah cemburu yang terpuji. Namun, jika hanya sebuah dugaan belaka tanpa bukti dan fakta maka inilah yang kemudian menjadi cemburu yang tercela.

Itulah 7 hal yang dapat bikin wanita jadi durhaka setelah menikah. Oleh karena itu, sebagai seorang wanita kita mesti dapat belajar jadi istri yang baik serta sholehah supaya tak menjerumuskan diri serta suami ke lubang neraka. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari artikel ini, terima kasih sudah membaca.
- See more at: http://titiantasbih.blogspot.co.id/2015/11/7-hal-buat-wanita-durhaka-setelah.html#sthash.7hWakteB.dpuf
Pernikahan yang indah jadi dambaan untuk setiap wanita. Ditambah lagi bila mereka memperoleh suami sholeh yang dapat menuntun mereka ke jalan Allah SWT. Hingga pernikahan itu bisa bahagia dunia serta akhirat. Tetapi, nyatanya pernikahan yang diidam-idamkan itu dapat jadi awal masuknya seseorang wanita ke jurang neraka lantaran berbuat durhaka pada suaminya.

Mungkin saja banyak wanita yg tidak mengerti bahwa ada banyak perbuatan mereka pada suami yang malah menjerumuskannya ke neraka. Hal yang di anggap biasa untuk dilakukan tenyata ada yang dilarang dalam Islam.

Di bawah ini yaitu 7 hal yang dapat buat wanita menjadi durhaka setelah menikah.

1. Menuntut Keluarga Yang Ideal dan Sempurna
Banyak wanita yang membayangkan sebuah pernikahan yang indah. Bahkan di antara mereka ada yang menginginkan kehidupan selayaknya yang ada di sinetron atau novel-novel fiksi setelah menikah. Seperti hidup berkecukupan, bahagia, tidak repot dan bisa melakukan apapun yang diinginkan. Gambaran yang demikian lah yang akhirnya membuat mereka terobsesi untuk memiliki keluarga yang ideal dan sempurna.

Namun, ketika membayangkan hal tersebut wanita cendrung tidak memikirkan masalah keuangan, kelelahan, dan segudang problematika dalam sebuah rumah tangga. Nah, ketika harus menghadapi situasi sulit tersebut maka mereka kurang bisa untuk menerima keadaan. Hal ini biasanya akan membuat wanita suka menuntut agar suaminya bisa membina keluarga mereka sesuai dengan gambaran ideal yang diimpikan sebelum menikah.

Solusi terbaik agar wanita tersebut tidak menjadi durhaka setelah menikah adalah menambah pemahaman yang utuh mengenai problematika yang ada di dalam rumah tangga sebelum menikah. Itu dapat dilakukan dengan sharing kepada lembaga perkawinan atau anggota keluarga yang berpengalaman.

2. Nusyus (Tidak Taat Kepada Suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh serta tidak taatnya seorang wanita kepada suaminya. Wanita yang suka melanggar perintah suaminya ini dapat dikategorikan sebagai wanita durhaka. Banyak sikap yang menunjukkan bahwa seorang wanita menjadi durhaka kepada suaminya, antara lain menolak ajakan suami ketika mengajaknya tidur, menghianati suami, memasukkan orang yang tidak disukai suami ke dalam rumah.

Tidak hanya itu ssja, ternyata lalai dalam melayani suami juga termasuk sikap nusyus. Menghambur-hamburkan uang dan berbicara kasar kepada suami, menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, keluar tanpa izin, dan menyebarkan aib serta rahasia suami juga dapat menjerumuskan wanita menjadi seseorang yang durhaka. Untuk itu, menjadi seorang istri haruslah bisa menempatkan ketaatan kepada suamu di atas segala-galanya. Namun bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah SWT.

3. Tidak Suka Terhadap Keluarga Suami
Banyak wanita yang menginginkan supaya semua perhatian serta kasih sayang suami hanya untuk dirinya seorang. Perhatian si suami ini tidak boleh terbagi meskipun dengan orang tua suaminya. Padahal sebenarnya suami juga harus berbakti dan memuliakan orang tua terutama ibunya.

Kecemburuan tersebut dapat terlihat ketika mereka mereka tinggal di rumah orang tua si suami. Si wanita akan mengganggap bahwa ibu mertuanya itu adalah pesaing utama dalam mendapatkan cinta, dan perhatian dari sang suami. Karena rasa cemburunya tersebut membuat istri berani menghina dan melecehkan orang tua suaminya. Bahkan tidak jarang, ia berani untuk meminta suaminya berbuat durhaka terhadap orangtuanya.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istrinya. Itulah yang mendasari ia untu menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara. Namun, pada dasarnya ikatan sebuah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan tetapi juga antar keluarga. Untuk itulah antara suami dan istri harus menjaga hubungan baik dengan keluarga masing-masing dan sebaliknya.

4. Tidak Bisa Menjaga Penampilannya
Banyak istri yang berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah. Keadaan sebaliknya justru terjadi ketika dirinya berada di hadapan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, hanya menggunakan pakaian seadaannya, rambut tidak tertata, jangankan menggunakan parfum terkadang aroma dapur yang menyengatlah yang tercium di hidung suami.

Sebenarnya, hal seperti ini tidak patut untuk dipelihara. Bisa jadi, ketika terus menerus dilakukan maka akan membuat suami menjadi tidak betah di rumah. Ia akan lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah. Untuk itu, berhias semestinya hanya ditunjukkan kepada suami dan janganlah memamerkan kecantikan di khalayak umum karena hanya suamilah yang berhak untuk melihat suami itu.

5. Mengungkit-Ungkit Kebaikan
Semua orang tentu pernah melakukan sebuah kebaikan, tanpa terkecuali seorang istri. Namun, kebaikan tersebut justru akan menjadi masalah ketika kebaikan itu diungkit-ungkit di hadapan suami dalam rangka pamer atau riya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

6. Sibuk di luar rumah
Menjadi seorang wanita karir memang tidak dilarang dalam Islam selagi mendapatkan izin dari suami. Namun, ketika si istri terlalu banyak melakukan kesibukan di luar rumah itulah yang tidak diperbolehkan. Terlebih lagi jika kesibukan tersebut membuat istri mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya .

Ketika suami pulang ke rumah dari bekerja, lalu mendapati semua pekerjaan belum terselesaikan dengan baik akan membuat hubungan rumah tangga menjadi tidak baik. Bila terjadi terus menerus akan membuat si suami tidak betah berada di rumah. Ketika wanita tidak bisa menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai istri maka ketika itulah ia menjadi seorang wanita yang durhaka karena lalai terhadap tugasnya.

7. Cemburu Buta
Perasaan cemburu memang menjadi tabiat wanita yang menjadi ekspresi cinta. Namun, ketika perasaan cemburu tersebut tidak beralasan dan sudah keterlaluan akan membuat rasa cemburu ini berubah menjadi cemburu yang tercela.

Biasanya, cemburu yang diisyaratkan oleh istri adalah cemburu karena kemaksiatan yang dilakukan oleh sang suami seperti berzina, zalim, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini maka hal tersebut adalah sebuah cemburu yang terpuji. Namun, jika hanya sebuah dugaan belaka tanpa bukti dan fakta maka inilah yang kemudian menjadi cemburu yang tercela.

Itulah 7 hal yang dapat bikin wanita jadi durhaka setelah menikah. Oleh karena itu, sebagai seorang wanita kita mesti dapat belajar jadi istri yang baik serta sholehah supaya tak menjerumuskan diri serta suami ke lubang neraka. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari artikel ini, terima kasih sudah membaca.
- See more at: http://titiantasbih.blogspot.co.id/2015/11/7-hal-buat-wanita-durhaka-setelah.html#sthash.7hWakteB.dpuf
Pernikahan yang indah jadi dambaan untuk setiap wanita. Ditambah lagi bila mereka memperoleh suami sholeh yang dapat menuntun mereka ke jalan Allah SWT. Hingga pernikahan itu bisa bahagia dunia serta akhirat. Tetapi, nyatanya pernikahan yang diidam-idamkan itu dapat jadi awal masuknya seseorang wanita ke jurang neraka lantaran berbuat durhaka pada suaminya.

Mungkin saja banyak wanita yg tidak mengerti bahwa ada banyak perbuatan mereka pada suami yang malah menjerumuskannya ke neraka. Hal yang di anggap biasa untuk dilakukan tenyata ada yang dilarang dalam Islam.

Di bawah ini yaitu 7 hal yang dapat buat wanita menjadi durhaka setelah menikah.

1. Menuntut Keluarga Yang Ideal dan Sempurna
Banyak wanita yang membayangkan sebuah pernikahan yang indah. Bahkan di antara mereka ada yang menginginkan kehidupan selayaknya yang ada di sinetron atau novel-novel fiksi setelah menikah. Seperti hidup berkecukupan, bahagia, tidak repot dan bisa melakukan apapun yang diinginkan. Gambaran yang demikian lah yang akhirnya membuat mereka terobsesi untuk memiliki keluarga yang ideal dan sempurna.

Namun, ketika membayangkan hal tersebut wanita cendrung tidak memikirkan masalah keuangan, kelelahan, dan segudang problematika dalam sebuah rumah tangga. Nah, ketika harus menghadapi situasi sulit tersebut maka mereka kurang bisa untuk menerima keadaan. Hal ini biasanya akan membuat wanita suka menuntut agar suaminya bisa membina keluarga mereka sesuai dengan gambaran ideal yang diimpikan sebelum menikah.

Solusi terbaik agar wanita tersebut tidak menjadi durhaka setelah menikah adalah menambah pemahaman yang utuh mengenai problematika yang ada di dalam rumah tangga sebelum menikah. Itu dapat dilakukan dengan sharing kepada lembaga perkawinan atau anggota keluarga yang berpengalaman.

2. Nusyus (Tidak Taat Kepada Suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh serta tidak taatnya seorang wanita kepada suaminya. Wanita yang suka melanggar perintah suaminya ini dapat dikategorikan sebagai wanita durhaka. Banyak sikap yang menunjukkan bahwa seorang wanita menjadi durhaka kepada suaminya, antara lain menolak ajakan suami ketika mengajaknya tidur, menghianati suami, memasukkan orang yang tidak disukai suami ke dalam rumah.

Tidak hanya itu ssja, ternyata lalai dalam melayani suami juga termasuk sikap nusyus. Menghambur-hamburkan uang dan berbicara kasar kepada suami, menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, keluar tanpa izin, dan menyebarkan aib serta rahasia suami juga dapat menjerumuskan wanita menjadi seseorang yang durhaka. Untuk itu, menjadi seorang istri haruslah bisa menempatkan ketaatan kepada suamu di atas segala-galanya. Namun bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah SWT.

3. Tidak Suka Terhadap Keluarga Suami
Banyak wanita yang menginginkan supaya semua perhatian serta kasih sayang suami hanya untuk dirinya seorang. Perhatian si suami ini tidak boleh terbagi meskipun dengan orang tua suaminya. Padahal sebenarnya suami juga harus berbakti dan memuliakan orang tua terutama ibunya.

Kecemburuan tersebut dapat terlihat ketika mereka mereka tinggal di rumah orang tua si suami. Si wanita akan mengganggap bahwa ibu mertuanya itu adalah pesaing utama dalam mendapatkan cinta, dan perhatian dari sang suami. Karena rasa cemburunya tersebut membuat istri berani menghina dan melecehkan orang tua suaminya. Bahkan tidak jarang, ia berani untuk meminta suaminya berbuat durhaka terhadap orangtuanya.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istrinya. Itulah yang mendasari ia untu menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara. Namun, pada dasarnya ikatan sebuah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan tetapi juga antar keluarga. Untuk itulah antara suami dan istri harus menjaga hubungan baik dengan keluarga masing-masing dan sebaliknya.

4. Tidak Bisa Menjaga Penampilannya
Banyak istri yang berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah. Keadaan sebaliknya justru terjadi ketika dirinya berada di hadapan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, hanya menggunakan pakaian seadaannya, rambut tidak tertata, jangankan menggunakan parfum terkadang aroma dapur yang menyengatlah yang tercium di hidung suami.

Sebenarnya, hal seperti ini tidak patut untuk dipelihara. Bisa jadi, ketika terus menerus dilakukan maka akan membuat suami menjadi tidak betah di rumah. Ia akan lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah. Untuk itu, berhias semestinya hanya ditunjukkan kepada suami dan janganlah memamerkan kecantikan di khalayak umum karena hanya suamilah yang berhak untuk melihat suami itu.

5. Mengungkit-Ungkit Kebaikan
Semua orang tentu pernah melakukan sebuah kebaikan, tanpa terkecuali seorang istri. Namun, kebaikan tersebut justru akan menjadi masalah ketika kebaikan itu diungkit-ungkit di hadapan suami dalam rangka pamer atau riya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

6. Sibuk di luar rumah
Menjadi seorang wanita karir memang tidak dilarang dalam Islam selagi mendapatkan izin dari suami. Namun, ketika si istri terlalu banyak melakukan kesibukan di luar rumah itulah yang tidak diperbolehkan. Terlebih lagi jika kesibukan tersebut membuat istri mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya .

Ketika suami pulang ke rumah dari bekerja, lalu mendapati semua pekerjaan belum terselesaikan dengan baik akan membuat hubungan rumah tangga menjadi tidak baik. Bila terjadi terus menerus akan membuat si suami tidak betah berada di rumah. Ketika wanita tidak bisa menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai istri maka ketika itulah ia menjadi seorang wanita yang durhaka karena lalai terhadap tugasnya.

7. Cemburu Buta
Perasaan cemburu memang menjadi tabiat wanita yang menjadi ekspresi cinta. Namun, ketika perasaan cemburu tersebut tidak beralasan dan sudah keterlaluan akan membuat rasa cemburu ini berubah menjadi cemburu yang tercela.

Biasanya, cemburu yang diisyaratkan oleh istri adalah cemburu karena kemaksiatan yang dilakukan oleh sang suami seperti berzina, zalim, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini maka hal tersebut adalah sebuah cemburu yang terpuji. Namun, jika hanya sebuah dugaan belaka tanpa bukti dan fakta maka inilah yang kemudian menjadi cemburu yang tercela.

Itulah 7 hal yang dapat bikin wanita jadi durhaka setelah menikah. Oleh karena itu, sebagai seorang wanita kita mesti dapat belajar jadi istri yang baik serta sholehah supaya tak menjerumuskan diri serta suami ke lubang neraka. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari artikel ini, terima kasih sudah membaca.
- See more at: http://titiantasbih.blogspot.co.id/2015/11/7-hal-buat-wanita-durhaka-setelah.html#sthash.7hWakteB.dpuf
Sponsored Links
loading...
SHARE
Sponsored Links

admin

admin.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
Loading...
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Blog Archive