TERUNGKAP SUDAH...!!! Rahasia kelezatan Legendaris Tahu Sumedang.

Sponsored Links
.
.





 Siapa yang tidak mengenal tahu Sumedang? Tahu yang berasal dari tanah periangan ini sungguh populer bagi masyarakat Indonesia. Bahkan banyak pabrik atau toko yang menjual tahu di luar kota Sumedang memberi nama Tahu Sumedang untuk menarik pembeli. Padahal rasanya belum tentu sama lezatnya dengan tahu Sumedang.


Sekilas Tentang Tahu

Tahu adalah hasil olahan sari biji kacang kedelai yang diendapkan dan digumpalkan (koagulasi). Asal mula tahu adalah dari China atau Tiongkok, sejak zaman dinasti Han yaitu sekitar 2200 tahun lalu. Ditemukan oleh Liu An seorang darah biru dari dinasti Han yaitu salah satu cucu dari Kaisar Han Gaozu.

Asal istilah tahu sendiri berasal dari serapan bahasa China yaitu Tou Hu yang artinya kedelai lumat. Sedangkan di Jepang dikenal demgan nama Tofu. Tofu dan Tahu pada dasarnya sama tetapi tofu lebih lunak dan kurang tahan terhadap pengolahan. Tersebarnya Tahu dan Tofu keseluruh penjuru dunia termasuk Indonesia di bawa oleh para perantau/ imigran china yang menyebar keseluruh dunia.

Karena diambil dari sari pati biji kacang kedelai, tidak diragukan lagi Tahu mempunyai kandungan gizi yang sangat tinggi, sangat baik untuk kesehatan. Kandungan gizi utamanya adalah protein nabati, lemak dan karbohidrat serta mengandung banyak vitamin dan mineral. Kandungan Tahu hampir sama dengan kandungan susu kedelai karena bahan dasarnya sama-sama kacang kedelai

Tahu, hasil olahan kedelai ini banyak kita jumpai di setiap warung sayur di sekitar kita. Tetapi tahu yang paling lezat  dan  nikmat hanya ada di Sumedang. Meskipun sering kita jumpai di kota-kota seluruh Nusantara ini mengatas namakan tahu Sumedang tetap saja orang meragukanya. Rasanya khas dan nikmat berbeda dengan rasa tahu yang di produksi di luar kota Sumedang.


Legenda Bung Keng Tahu Sumedang

Di balik kelezatannya, ternyata tahu semedang menyimpan sebuah legenda yang erat kaitannya dengan kaum imigran asal China yang memasuki wilayah Priangan Timur termasuk Sumedang. Warga imigran asal Tionghoa tersebut berdasarkan sensus tahun 1930, di kota Sumedang telah mencapai jumlah 905 jiwa. 

Tahu berasal dari kata china yaitu "Tao Hu" yang artinya Tao : Kacang, Hu : Lumat (kacang yang di lumatkan). Sebagian orang china juga menyebutnya tahu yang berarti daging tanpa tulang, demikian menurut ahli tahu Sumedang Ong Yoe Kim.

Asal usul tahu semedang berawal dari tahun 1900, saat Ong Kino imgran asal China / Tionghoa menginjakkan kakinya di kota Sumedang, Jawa Barat. Kegemaran dan ketrampilan Ong Kino membuat tahu di daerah asalnya china, di praktekan di tempat tinggalnya yang baru di kota Sumedang. Pada awalnya hanya bertujuan untuk konsumsi keluarga saja.

Namun demikian karena banyak tamu yang berkunjung dirumahnya merasakan kelezatan tahu buatanya maka Ong Kino mempunyai ide memproduksi tahu lebih banyak untuk di jual kepada tetangga sekitar. Ong Kino mempunyai anak yang bernama Ong Bun Keng. Ong Bun Keng meneruskan usaha ayahnya tersebut dengan bekerja keras. Ditangan Ong Bun Keng usaha tahu milik ayahnya berkembang pesat sehingga Ong Bun Keng lebih dikenal sebagai cikal bakal tahu Sumedang.


Rahasia Kelezatan Tahu Sumedang

Kenapa Tahu Sumedang sangat terkenal di seluruh Indonesia? Tak lain dan tak bukan karena tahu Sumedang mempunyai rasa khas dan lezat di bandingkan dengan tahu pada umumnya. Rahasia kelezatan tahu sumedang terletak pada cara pembuatan maupun cara penggorengannya. Apa rahasia kelezatan tahu sumedang? mari kita simak dibawah ini :

1. Bahan baku kacang kedelai yang digunakan untuk membuat tahu sumedang adalah kedelai lokal. Kacang kedelai lokal walaupun lebih kecil tetapi dipercaya mempunyai citarasa yang lebih lezat di bandingkan kedelai impor.

2. Kwalitas air di daerah Sumedang yang di gunakan untuk membuat tahu mengandung lebih banyak mineral seperti Kalsium, yang dipercaya dapat membuat tahu lebih kenyal dan lebih awet meskipun tanpa bahan pengawet.

3. Perendaman kedelai sebelum di olah menjadi tahu hanya berkisar selama 5 jam. Perendaman lebih dari 5 jam akan berpengaruh terhadap citarasa tahu yang dihasilkan.

4. Kebersihan mesin penggiling dan peralatan lainya harus di perhatikan karena sisi sari kedelai yang tertinggal dalam mesin dapat membuat tahu menjadi asam.

5. Pencampuran cuka dengan sari kedelai dilakukan sedikit demi sedikit sambil diaduk, tidak dilakukan secara sekaligus. Hal ini akan membuat pengggumpalan sari kedelai secara sempurna.

6. Tidak ditambahkan bahan pengawet makanan. Pengawet makanan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi citarasa.

7. Sewaktu penggorengan dilakukan pada minyak yang barudan berlimpah dengan suhu yang paling tinggi/panas. Dulu penggorengan dilakukan dengan minyak kacang tetapi jaman sekarang mencari minyak kacang sungguh sulit dan mahal. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan minyak goreng yang baru/fresh dan tidak berulang ulang.

Tahapan Pembuatan Tahu Sumedang

Cara pembutan tahu sumedang pada dasarnya sama dengan pembuatan tahu pada umumnya. Rahasia kelezatan tahu sumedang di pengaruhi oleh beberapa faktor yang telah di ungkapkan diatas. Adapun tahapan-tahapan pembutana tahu sumedang adalah sebagai berikut :

1. Pensortiran

Pemilihan kedelai yang bermutu bagus dan menghilangkan kotoran dan bahan lain yang tercampur dalam kedelai

2. Perendaman

Perendaman kedelai dilakukan selama kurang lebih lima jam dengan tujuan unyuk melunakan biji kacang kedelai agar mudah penggilinganya

3. Penggilingan

Penggilingan dilakukan dengan mesin giling hingga halus, untuk mempermudah mengambil sari pati kedelai. Secara rutin mesin giling tahu di bersihkan dari sisa sisa penggilingan sehingga tidak menimbulkan rasa asam pada tahu yang dihasilkan. 

4. Penyaringan

Penyaringan dilakukan untuk memisahkan sari pati kedelai dengan ampas kedelai. Saringan yang digunakan adalah saringan kain yang halus.

5. Perebusan

Perebusan bubur kedelai dilakukan hingga mendidih untuk mematangkan dan mensterilkan sari pati kedelai

7. Penggumpalan

Penggumpalan dilakukan dengan asam cuka yang tambahkan kedalam sari peti kacang kedelai secara perlahan lahan sambil diaduk hingga merata

8. Pencetakan

Gumpalan-gumpalan sari pati kedelai diambil dan diletakkan dalam cetakan yang diberi alas kain saringan halus dan dipadatkan dengan ditindih alat pemberat. Air sisa gumpalan akan terbuah dan gumpalan akan terbentuk memadat.
Sponsored Links
loading...
SHARE
Sponsored Links

admin

admin.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
Loading...
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Blog Archive