Yuk MENGENAL LEBIH DEKAT KOLESTEROL DAN BAHAYANYA

Sponsored Links
.




Apa itu Kolesterol ?

Kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan dan berupa seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh kita, terutama didalam hati.

Dalam jumlah yang normal, kolesterol berfungsi sebagai pembuat :

-         Hormon sex yang sangat penting untuk perkembangan dan fungsi organ sex.

-         Hormon kortex adrenal, penting bagi metabolisme dan keseimbangan garam dalam tubuh.

-         Vitamin D, untuk menyerap kalsium dalam tubuh kita.

-         Garam empedu, yang berfungsi membantu usus menyerap lemak.


Dalam jumlah yang berlebihan kolesterol sangat berbahaya karena :

Semakin tinggi kadar kolesterol dalam darah, semakin besr pula resiko kematian sebagai akibat pengerasan ( arteriosklerosis) pembuluh darah koroner ( pembuluh darah yang ada di jantung ).

Penyakit yang disebabkan oleh adanya arteriosklerosis ( pengerasan / penumpukan plak kolesterol ) pada pembuluh darah koroner :

1. Serangan jantung


Dengan gejala rasa nyeri yang terus menerus pada dada, lengan, tenggorokan atau rahang yang berlangsung selama beberapamenit atau beberapa jam.

2. Angina pektoris

Dengan gejala rasa nyeri di dada kiri pada saat beraktivitas dan akan berhenti pada saat istirahat, rasa nyeri juga bisa terjadi pada saat setelah makan yang berlebihan, terkena hawa dingin dan stres.

3. Gangguan irama jantung

Dengan gejala pingsan yang didahului oleh rasa nyeri pada dada, bila tidak tertolong dapat menimbulkan kematian.

Siapa saja yang harus periksa kolesterol secara rutin ?

• Orang yang mempunyai tana-tanda adanya pengersan embuluh darah sebelum usia 60 tahun.

• Orang yang berkerabat dekat dengan orang yang mempunyai kadar kolesterol tinggi.

• Orang yang pernah diberi pengobatan untuk menurunkan tekanan darah ( penderita hipertensi ).

• Orang yang mempunyai tanda-tanda penyakit jantung atau arteriosklerosis yang mengganggu pasokan aliran darah ke kaki atau ke otak ( terlihat adanya cincin putih/abu-abu diiris mata terutama pada orang yang berusia antara 30 – 50 Tahun)

• Orang yang perokok berat

Faktor resiko :

1. Keturunan

Faktor genetik di percaya memiliki peran terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT)/ Body Mass Index (IMT). Kecenderungan gemuk pada keluarga tertentu. Kalau salah satu orang tua yang obesitas, maka anaknya mempunyai risiko obesitas 30% - 40%, sedangkan bila kedua orang tuanya obesitas maka resikonya meningkat menjadi 70% - 80%. Pada individu yang obesitas biasanya gerak dan aktivitasnya tidak sebanyak individu dengan BB normal. Pola asuh orang tua yang memaksakan makan harus tambah porsi, dan minum susu harus habis, menyediakan camilan berat pada waktu nonton TV, cara makan yang cepat dan kebiasaan makan pada saat tidak lapar dan kebiasaan makan di waktu malam

2. Tekanan darah tinggi >140 (sistolik)>65 (diastolik)

Hipertensi / tekanan darah tinggi mempercepat pengerasan arteri dan dengan demikian merupakan penyebab utama terjadinya arterioslerosis, biasanya pada arteri koroner tetapi juga pada arteri yang memasok darah ke otak maupun ke kaki.

3. Makanan yang banyak mengandung kolesterol tinggi (lemak-lemakan)

4. Perokok berat

• Merokok akan meningkatkan kecenderungan sel-sel darah untuk menggumpal dan kecenderungan melekat dilapisan dalam pembuluh darah.

Hal ini meningkatkan resiko pembentukan gumpalan darah (thrombus) yang biasanya terjadi di daerah daerah yang beresiko terjadinya arteriosklerosis.

• Merokok menurunkan jumlah HDL ( High Density Lipoprotein)

Fungsi HDL adalah menyingkirkan kolesterol darah yang berlebihan dan plak-plak kolesterol yang menempel menempel di pembuluh darah


.
5. Obesitas (kelebihan berat badan)

kelebihan BB di pengaruhi jumlah kalori yang masuk dan jumlah kalori yang keluar, bila kalori yang masuk lebih banyak dan tidak seimbang dengan kalori yang keluar (kalori di keluarkan dengan olahraga dan aktifitas fisik). Obesitas meningkatkan risiko arteriosklerosis, karena orang obesitas cenderung mempunyai kadar kolesterol dan lemak yang lebih tinggi dalam darah dan biasanya dia mempunyai kadar HDL yang rendah. HDL adalah High Density Lipoprotein yaitu lipoprotein dengan kandungan protein paling banyak. pada saat beredar dalam darah, HDL mengumpulkan kelebihan kolesterol dari jaringan tubuh dan mengembalikan ke hati, kemudian bersama cairan empedu kelebihan kolesterol di keluarkan bersama cairan empedu.

6. Penderita Diabetes Melitus

Dalam kasus Diabetes produksi insulin oleh pankreas berkurang, atau mungkin terhenti sama sekali. karena itulah maka kadar gula meningkat sampai melampaui batas sesudah makan. selain gangguan metabolisme gula, konversi lemak oleh tubuh juga terganggu, yang menyebabkan kadar lemak darah meningkat. bagi penderita Diabetes, kenaikan kadar lemak darah sangat meningkatkan risiko penyakit jantung yang di sebabkan oleh arterioslerosis.

7. Stress

Pada saat stress tubuh kita akan mengeluarkan hormon stress yaitu diantaranya adalah kortisol, yang membantu mengurangi pembengkakan luka, tatapi hormon tersebut juga meninggikan tekanan darah, terlalu banyak kortisol di dalam darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Stress juga mendorong kita untuk membentuk kebiasaan yang merugikan seperti minum minuman keras maupun makan yang berlebihan dan tidak beraturan.

Apa yang harus dilakukan?

• Mengubah kebiasaan (terutama kebiasaan makan)
Buang semua lemak yang kelihatan maupun tidak, kurangi makan lemak, tingkatkan konsumsi jumlah lemak tak jenuh ganda, kurangi makan kolesterol, tingkatkan konsumsi serat.
• Olah raga
½ jam setiap hari, biasakan jalan kaki untuk mengeluarkan kalori
• Berhenti merokok

Merokok menyebabkan arteriosklerosis

- Turunkan BB
- Pengobatan tentunya yang aman dan tanpa efek samping
- Obat yang mengikat asaam empedu di dalam usus
- Obat yang mengurangi produksi kolesterol dalam lever
- Obat yang merangsang konversi kolesterol dan lemak dalam liver dan jaringan lemak
- Hindari obat yang menaikkan kadar kolesterol dalam darah

Sebagai pedoman:

-         Lemak jenuh : menaikkan kadar kolesterol dalam darah (lemak jahat). Kelebihan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular antara lain stroke dan penyakit jantung koroner

-   Lemak tak jenuh tunggal tidak punya pengaruh baik maupun buruk

-   Lemak tak jenuh ganda menurunkan kadar kolesterol dalam darah (lemak jahat)



Lemak yang harus dihindari :

-  Mentega, susu, keju.

-  Beberapa jenis margarine.

-  Lemak babi, itik, angsa dan ayam.

-  Minyak kelapa.

-   Minyak goreng keras

-  Mayones

-  Krim selada

Konsumsi lemak dan minyak berlebihan, khususnya lemak/minyak jenuh dari hewan, dapat beresiko kegemukan atau dislipidemia pada orang-orang yang mempunyai kecenderungan ke arah tersebut. Dislipidemia atau kenaikan kadar lemak (kolesterol atau trigliserida) dalam darah merupakan faktor untuk terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Konsumsi lemak/minyak dianjurkan tidak melebihi 20% dari total kaori dan perlu diingat bahwa unsur gizi ini juga memiliki peran tersendiri sebagai sumber asam lemak esensial serta juga membantu penyerapan beberapa vitamin yang larut dalam lemak


Lemak tidak jenuh ganda lebih baik untuk memasak

(lemak tidak jenuh ganda bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan mengurangi pembentukan gumpalan darah dan mencegah kelebihan berat badan) :

- Minyak biji buah anggur

- Minyak kemiri

- Minyak biji bunga matahari

- Minyak kedelai

- Minyak jagung

Pengganti minyak goreng :

• Minyak thistle, minyak biji buah anggur, minyak kemiri, minyak biji bunga matahari, minyak kedelai, minyak jagung, minyak sayur, margarin nabati.

Bahan makanan berkadar kolesterol tinggi

- Kuning telur
- Jeroan : paru, hati, ginjal, jantung
- Produk ikan / kerang : kaviar, telur ikan kod, udang besar, udang kecil, kepiting

Makanan yang dianjurkan :

-         Biji bijian/ produk biji bijian : terutama produkk gandum, roti beras, roti gandum, roti kering gandum. Bentuk makanan pada umumnya adalah nasi putih, roti atau sereal

- buah sayuran

- sayuran : wortel, kubis, seledri, kol, selada.

- Buah apel, jeruk sitrun

- Produk susu, skim, susu mentega, keju rendah kadar lemak ( 10-30%)



Menu kolesterol rendah

Menu ini sangat baik untuk penderita yang mempunyai kadar kolesterol tinggi dalam darahnya.

a. Protein

Pilihlah ikan, ayam (tetapi hindari kulitnya), daging sapi tak berlemak, kambing muda, sapi muda, kerang. Kurangi konsumsi daging sapi berlemak, kambing, babi, daging iga, jeroan, telur ikan, hati, jantung, ginjal sosis, dendeng babi, sarden.

b. Produk Susu

Pilihlah susu skim atau susu berkadar lemak rendah, susu, mentega berkadar lemak rendah, keju berkadar lemak kurang dari 30%. Hindari mentega susu, susu murni, susu murni, yoghurt berlemak, krim susu, keju krim, krim asam, keju berlemak 45% atau keju lunak berkadar lemak tinggi.

c. Telur

hindari kuning telur, paling banyak 2 butir dalam 1 minggu

d. Buah buahan dan sayuran

Pilihlah sayuran segar, beku atau kalengan, buah buahan kering. Hindari sayuran dalam krim atau saus putih, atau yang di goreng dalam mentega susu.

e. Roti dan produk biji bijian

Pilihlah roti buatan sendiri yang mengandung lemak tak jenuh, biskuit berkadar lemak rendah, nasi, pasta, kentang, roti gandum, muesli dan emping jagung. Hindari pastri, kue dan biskuit yang mengandung lemak jenuh misalnya kue yang di beli di bakery, kue tart, croissant, pastri denmark, dan biskuit berkadar lemak tinggi.

f. Lemak dan minyak

Pilihlah lemak nabati tak jenuh seperti minyak jagung, minyak zaitun, minyak thistle, minyak kedelai, dan minyak biji bunga matahari, margarin dengan kadar lemak tak jenuh ganda 55%, minyak ikan. Hindari mentega susu, margarin keras, krim selada, mayones, selada dengan bumbu mayones, bumbu selada yang mengandung kuning telur, kelapa dan minyak kelapa, coklat.

Semoga Bermangfaat.

Sumber : Diolah dari berbagai sumber.
Sponsored Links
loading...
SHARE
Sponsored Links

admin

admin.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
Loading...
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Blog Archive